Jumat, 18 November 2016

Kehilangan

Masih terlalu sering mendemgarkan suara ribut dalam otak. Pertentangan antara cemas, ketakutan, realita sampai pikiran positif. Seru sekali mendengarnya. Hingga lupa mana yang harusnya aku dengar dan cermati. Mana yang harusnya dieliminir.

Belum lagi ditambah dengan kata orang lain yang juga masuk ke dalam ingatan. Turut pula meramaikan suara-suara dalam otak.

Sesekali aku berteriak. "Berhenti berisik bisa tidak?!"

Hm, tapi sepertinya hanya jadi diam sesaat. Aku tidak cukup berpengaruh untuk diriku, ternyata.

Bagaimana caranya, agar aku mau mendengar diriku?

harus semangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
katanya gitu ...