Sabtu, 30 April 2016

Orang Selo

"Aku kadang mikir, kenapa saat orang lain sibuk kok aku justru selo banget. Tapi mungkin itu hikmahnya. Itu salah satu bentuk letak adilnya Allah.

Karena aku jadi bisa bantu orang-orang sibuk yang butuh bantuan, kayak kamu gitu ..., jadi di sini ladang amalku. Ladang amalmu di kesibukanmu."

-kata orang yang sok selo suatu ketika kepada orang yang sok sibuk

Orang-orang Keren

Sebenarnya nggak hari ini saja saya merasa berada di antara orang-orang keren, orang-orang yang kece badai. Mungkin kesadaran itu saya dapat karena saya masuk IC, dan lulus dari sana.

Di IC, temen-temen saya itu meski keliatannya petakilan, ngeselin, jayus, aneh, nggak jelas, tapi mereka itu orang-orang yang namanya hampir nggak pernah absen dari prestasi, baik saat di IC ataupun di kampus. Mulai dari OSN sampai yang skala internasional. Terus, di kampus juga nggak kalah ... Ada juga yang tiap tahunnya jadi pengajar OSN di sekolah entah apa, dan anak didiknya juga sampai taraf OSN. Ada juga yang tiap tahunnya ke luar negeri untuk exchange (eh, ada nggak ya? hehe). Ada juga yang tiap tahunnya ikut PIMNAS. Ada... dan itu nggak cuma satu dua orang.

Itu temen-temen IC. Sekarang pun, di lingkungan teman-teman kampus, Bimo Forsalamm, pun teman-teman FLP juga, isinya orang-orang keren sampai bikin saya minder. Pake banget.

Mungkin nulis gini efek dari kemarin dapet kabar seorang adek di bimo mau ngisi seminar internal. Terus minggu lalu juga dapat kabar seorang adek di FLP jadi semifinalis lomba paper. Terus beberapa waktu lalu juga dapat kabar seorang adek yang lain pergi ke Jepang untuk exchange. Dan lain lain, dan lain lain

Dan di posisi saya saat ini di bimo forsalamm pun -tanpa sengaja- ternyata saya merekrut orang-orang yang lebih kece dari saya .-. ... yang lebih banyak karyanya dari saya, yang ilmu kepenulisan dan jurnalistiknya lebih mantep dari saya ....

pun di FLP juga ... haha. Terus rasanya pengen menyeduh diri sendiri, katena tetiba ngerasa jadi butiran jasjus -yang tinggal diseduh aja jadi .. T^T

meski minder -luar biasa amat sangat minder dengan orang-orang kece di sekitar saya; tapi saya bersyukur ada di lingkungan ini. karena saya jadi banyak belajar dari orang-orang kece ini. Meski saya nya belum kece kayak mereka, semoga suatu saat nanti saya bisa juga jadi orang keren; dan bikin orang lain juga jadi keren :"

*btw, punya rasa minder yang kebangetan itu agak menyulitkan langkah untuk bergerak. jadi, jangan ditiru ya haha
**dan, btw lagi .. sebenarnya saya juga nggak punya patokan dan definisi yang pakem dan jelas tentang apa itu keren, wkwkwk ... tapi percaya deh kalo kalian kenal orang-orang yang saya kenal, pasti kalian juga akan merasa mereka sangat keren.

Jumat, 29 April 2016

Try Everything -Shakira (OST Zootopia)

[Intro]
Oh oh oh oh oooh
Oh oh oh oh oooh
Oh oh oh oh oooh
Oh oh oh oh oooh

[Verse 1]
I messed up tonight, I lost another fight
I still mess up but I'll just start again
I keep falling down, I keep on hitting the ground
I always get up now to see what's next

[Pre-Chorus]
Birds don't just fly, they fall down and get up
Nobody learns without getting it wrong

[Chorus]
I won't give up, no I won't give in
Til I reach the end and then I'll start again
No I won't leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I won't give up, no I won't give in
Til I reach the end and then I'll start again
No I won't leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail

[Post-Chorus]
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh

[Verse 2]
Look at how far you've come, you filled your heart with love
Baby you've done enough that cut your breath
Don't beat yourself up, don't need to run so fast
Sometimes we come last, but we did our best

[Chorus]
I won't give up, no I won't give in
Til I reach the end and then I'll start again
No I won't leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail
I won't give up, no I won't give in
Til I reach the end and then I'll start again
No I won't leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail

[Bridge]
I'll keep on making those new mistakes
I'll keep on making them every day
Those new mistakes

[Outro]
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh
Try everything
Oh oh oh oh oooh
Try everything



source : http://www.justjared.com/2016/01/09/shakira-drops-zootopias-try-everything-full-song-lyrics/

Kamis, 28 April 2016

Nggak Mudah

Hidup itu nggak mudah.
Jadi dewasa itu nggak mudah
Skripsi itu nggak mudah
Pun juga kuliah ...
Berorganisasi juga nggak mudah
membina dan dibina pun nggak mudah

hidup itu nggak mudah,
tapi kalau ingat ada orang-orang yang membersamai di masa-masa yang nggak mudah itu rasanya jadi menguatkan hati ya ....

saya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang baik. .. :)

Rabu, 27 April 2016

Almost

Bulan depan di tanggal ini, saya akan bertambah usia, terlepas dari apakah Allah masih mengizinkan saya untuk hidup atau tidak.

Biasanya, tiap tahunnya saya menulis evaluasi setahun ke belakang. entah itu di blog, di laptop, ataupun di notes. Mereview setahun ke belakang saya udah ngapain aja, udah belajar apa aja, udah dapat apa aja, ada perubahan pada pribadi atau nggak; sekaligus saya menulis harapan ke depannya untuk saya sendiri.

Tapi, saya kehilangan catatan tahun lalu. saya nyari di blog ga ada, saya nyari di laptop juga ga ada. Eh belom nyari di notes juga sih haha ... terusan tadi mikir, hmm kalo tahun lalu kelewatan nulis itu bisa jadi wajar sih mengingat akhir mei tahun lalu lagi dalam kondisi sangat hectic ini itu.

waktu itu lagi heboh musywil FLP, lagi heboh di bimo forsalamm juga, lagi riweh jadi finalis lomba esai juga (ciee), dan ada yang lain juga ...

terang aja kalo ga nemu tulisan review setahun. haha. terang aja kalo setahun kr belakang akunya juga lala lili wkwkwk .. 

semoga tahun ini nggak kelewat untuk menuliskan review setahun ke belakang. ada begitu banyak hal yang saya lalui selama setahun ke belakang. Banyak sekali. Ada banyak kejadian baru yang juga membawa pemahaman baru bagi saya.

Selama setahun ke belakang yang sangat terasa mungkin ujian tentang kesabaran. Semoga tidak hanya terasa tapi juga bisa menjadi akhlak bagi pribadi saya.

ah tapi, namanya ujian kesabaran, keikhlasan, dan lain-lain itu seumur hidup sih, jadi saya pun nggak bisa bilang kalau saya sudah lulus di sini :)

hari ini bulan depan, semoga bisa menuliskan pelajaran dan perjalanan setahun ke belakang, sekaligus menulis resolusi untuk setahun ke depan dan seterusnya. Tidak hanya saya untuk diri sendiri, tapi juga saya untuk keluarga dan  saya untuk dakwah ...

mangatse!

Minggu, 24 April 2016

Belajar

Ujiannya Allah itu seumur hidup ... makanya, belajar sabar, ikhlas, syukur, dan sifat-sifat baik lainnya itu juga seumur hidup ...

kalau menyerah sekarang untuk belajar ikhlas, untuk belajar sabar, ataupun belajar syukur,

lantas, sisa hidupnya mau diapain, tyani?

Minggu, 17 April 2016

Liqo Hari Ini


Katanya, kita merindukan liqo zaman dulu. Zaman dimana komunikasi terbatas telepon kabel dan surat menyurat. Zaman dimana tak ada kendaraan bukan kendala berarti dalam menuntut ilmu. Zaman yang katanya liqo masih sembunyi-sembunyi. Pun pakai jilbab masih banyak dipersoalkan dan dipertanyakan. Apalagi pakai niqab dan cadar.

Katanya, kita merindukan zaman itu. Ketika para murabbi rela menempun jarak berkilo-kilo meter dengan jalan kaki. Lalu lanjut menempuh jarak berkilo meter lainnya untuk mengisi kajian.

Katanya, kita merindukan zaman itu. Ketika para mutarabbi berkumpul dalam satu tempat, menyembunyikan sandal-sandalnya agar tidak digerebek aparat. Meski sibuk di kampus atau sekolahnya atau tempat kerjanya, tidak lupa bahwa liqo adalah prioritas. Karena, dari mana lagi mereka mendapat pembinaan iman, sementara lingkungan begitu mencekam bagi Islam?

Katanya, kita merindukan zaman itu.

Katanya, zaman sudah berubah sekarang.

Sudah ada teknologi telepon tanpa kabel dengan segala modifikasinya. Kini, mengirim pesan singkat maupun telepon tidak lagi mengeluarkan berpuluh ribu pulsa. Cukup hanya dengan paket data. Mengirim broadcast dari murabbi untuk semua mutarabbi.

Liqo hari ini, kita dimanjakan oleh teknologi informasi dan komunikasi. Berkurang kesulitan komunikasi antara murabbi dan mutarabbi. Untuk menentukan jadwal liqo pun jadi lebih komunikatif.

Katanya, liqo hari ini seperti itu.

Mudah sekali berkomunikasi hari ini. Saking mudahnya berkomunikasi, hingga izin tidak hadir saat liqo dimulai pun bisa-bisa saja. Atau tiba-tiba membatalkan di hari H pun perkara mudah. Toh, komunikasi sekarang jadi lebih mudah kan?

Dari delapan mutarabbi dalam satu kelompok yang ada, yang konfirmasi hanya empat. Yang membatalkan di hari H ada tiga, yang benar-benar hadir satu orang.
Murabbi juga tidak bertanya ada apa. Toh, nanti-nanti masih bisa dihubungi via whatsapp atau line. Yang nanti itu entah kapan.

Ini liqo hari ini.

Katanya, zaman sekarang sudah berubah.

Kendaraan bermotor sudah lebih banyak, entah itu kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Tapi, tidak sedikit juga yang tidak hadir liqo dengan beralasan tidak ada kendaraan. Atau justru karena punya kendaran pribadi, akhirnya salah estimasi waktu. Waktu janjian liqo jam 15.45, berangkat dari kos pukul 15.45. Katanya, “saya cepat kok, naik motor.”

Ini liqo hari ini.

Katanya, zaman sudah berubah.

Kebebasan berpendapat dan berkumpul sudah terjamin hari ini. Liqo tidak lagi perlu sembunyi-sembunyi hingga perlu membawa masuk sandal ke dalam ruangan. Kini, masing-masing murabbi maupun mutarabbi dituntut mengisi pos-pos organisasi yang ada, karena kebebasan berorganisasi pun sudah terjamin hari ini. Baik murabbi maupun mutarabbi sama-sama sibuk berdakwah. Tidak membiarkan adanya kekosongan kader dalam organisasi. Syuro setiap pekan bisa lebih dari dua kali.

Lalu, masing-masing sibuk. Lupa kalau liqo (harusnya) ada di prioritas atas. Untuk menjaga ruhiyah kader agar tidak kolaps di lapangan.

Alasan ketidakhadiran liqo adalah untuk syuro. Entah untuk membahas rencana strategis dakwah ataupun hanya sekedar syuro untuk menentukan syuro berikutnya kapan.

Ini liqo hari ini.

Katanya kita merindu zaman dulu. Jangan-jangan kita tidak memaknai kata rindu itu sendiri. Kita hanya merindu, tanpa aksi. Padahal cinta adalah tentang pembuktian melalui kepahaman, keikhlasan, amal, perjuangan, pengorbanan, ketaatan, keteguhan, kemurnian rasa, ukhuwah dan kepercayaan, bukan sekadar rasa yang letaknya hanya di lisan saja.

Ini liqo hari ini.

Meski, katanya, kita merindu zaman itu.

Jogjakarta, 15/04/2016
-Fatiyatul Islam

Selasa, 12 April 2016

"Kamu itu keliatannya aja kuat, bisa ngerjain banyak hal dalam satu waktu. Padahal sebenarnya hati kamu itu rapuh. Riskan hancur. Karena overload sama semua pikiran yang kamu pikirin sendiri. Dan nggak ada yang tau itu. Orang ngeliatnya kamu baik-baik aja. Padahal kamunya sangat sedang tidak baik-baik aja. Tau-tau ilang, tau-tau amanahnya terbengkalai. Tapi orang nggak tau kamu kenapa, karena kamu keliatan baik-baik aja.

Coba deh, dikomunikasiin. jangan takut keliatan lemah, karena sejatinya kita semua lemah. Kita butuh bantuan orang lain. Jangan songong cuma karena pengen keliatan keren. Kita butuh orang lain. Dan yang utama kita butuh Allah. Udah minta tolong sama Allah belum?

kalo udah, udah komunikasiin ke orang-orang yang bersangkutan belum?

Semua orang rapuh, semua orang lemah. Makanya Allah nyiptain manusia ga cuma adam doang. ada hawa juga, ada keturunannya juga, buat saling bantu. ta'awanuu 'alal birri wat taqwa ...

Jangan songong ..., jangan takut keliatan lemah ..."

*mengingat pembicaraan yang nggak persis kayak gini ... untuk mengingatkan seseorang yang udah kelamaan lari dari tanggung jawab. kapan mau balik ty?