Minggu, 29 November 2015

Tidak ada perjuangan yang tidak melelahkan.

Tapi semoga perjuangannya lillah, hingga meski lelah ia tetap berkah. Meski lelah, tapi tak ada kecewa. Meski lelah, ia tetap membawa seonggok jiwa ini semakin dekat ke arah surga.

Maka, meski lelah, meski berat, berangkatlah memenuhi panggilan ...

"Berangkatlah kamu dengan rasa ringan maupun berat ..." (QS 9 : 41)

Minggu, 22 November 2015

Bergantung

Ya Rabb, mengapa bergantung pada-Mu begitu sulit, sementara bergantung pada mahkluk-Mu begitu candu?

Padahal Engkau menjanjikan banyak hal. Dan menepati banyak hal.

Dan makhluk-Mu, meski menjanjikan banyak hal, tapi belum menepatinya.

Ya Rabb, mengapa bergantung pada-Mu begitu sulit, sementara bergantung pada makhluk-Mu begitu candu?

Minggu, 15 November 2015

Pengen ngepost ini :) : Tutorial 11.12





Terima kasih buat seluruh personel tutorial 11 yang sangat kece badai XD untuk 1,5 tahun ++ nya~ yang heboh, yang penuh gosip, penuh aksi dan atraksi, penuh narsis juga eksis, penuh perjuangan, dan penuh-penuh lainnya ...

Selamat berjuaaaaang di blok elective dan koasnya. Hope we'll be a good doctor soon ...

Kamis, 12 November 2015

Semakin Dekat

Alhamdulillah 'alaa kulli hal, hari ini saya dan teman-teman seangkatan telah menyelesaikan Blok 4.2 tentang health system dan disaster management. Hari ini kami ujian blok CBT, meski H-2 ujiannya diundur 2 jam; tapi Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti.

Blok 4.2 sudah terlewati. Berarti dengan ini kami sudah melewati 20/21 masa S1. Tinggal satu blok lagi, usai sudah masa kuliah kami (kecuali tentu saja yang berniat extend). 3,5 tahun berasa secepat kedipan mata. Benar-benar cepat sekali rasanya begitu kita berada di penghujung semester.

Januari, sudah mulai OSCE kompre, Februari yudisium, Maret koas gelombang 1, Mei wisuda ... Insya Allah, jika semua berjalan lancar.

Ya rabb, sudah dekat sekali, ternyata ..

Dokter Berduka

Selamat Hari Kesehatan Nasional untuk seluruh rakyat Indonesia. Di hari yang sama, 51 tahun lalu, Kementrian Kesehatan berdiri di negara ini. 12 November 1964. Lantas apa yang membuat kita berduka, hai para dokter dan calon dokter di hari berdirinya Kemenkes ini?

Tentu akan sangat banyak jawabannya mungkin. Mulai dari masalah BPJS yang masih tidak kunjung kelar, pemberitaan media tentang dokter yang semakin menjerat dan mengkiat kinerja dokter, hingga ke tataran kemahasiswaan terkait pendidikan profesi mungkin atau internship?

Internship, sebuah program pengabdian wajib bagi seluruh mahasiswa fakultas kedokteran pasca pendidikan profesi (koas/dokter muda) yang berlangsung sekitar satu tahun; dan dengan selesainya internship, maka seorang dokter akan mendapatkan kompensasi berupa diberikannya Surat Izin Praktik (SIP). Melalui sebuah grup whatsapp yang berisi sekumpulan dokter dan mahasiswa kedokteran alumni SMA saya, saya tahu bahwa program ini pun masih banyak kacaunya. Regulasi yang masih samar, pendanaan yang kurang dari pemerintah, sampai wahana yang kurang. Dan program ini pula yang seringkali membuat dokter-dokter umum menjadi pengangguran. Jadi jangan dikira, kami-kami yang mahasiswa kedokteran ini, lantas akan mudah mendapatkan pekerjaan menjadi dokter di rumah sakit besar. Pun di antara kami, ada pula kesulitan-kesulitan. Ada pula kendala-kendala untuk mencapai ke sana. Untuk bisa menjadi dokter di rumah sakit pun kami juga melamar kerja, memasukkan CV, interview, dan lain-lain. Tidak beda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Dokter juga melamar kerja. Dan yang lebih penting lagi, untuk melamar kerja, dokter membutuhkan SIP. dan untuk mendapatkan SIP, kami-kami ini harus melalui proses yang panjang dan lama; salah satunya internship.

Secara umum, internship diadakan sebagai bentuk pengabdian dokter di fasilitas kesehatan yang berada di daerah-daerah, meski ada pilihan daerahnya. Tapi tentu saja, untuk menunjang hidup di pedalaman itu, dokter diberi 'pesangon' 2,5 juta per bulan. itu yang saya tahu, dan sepertinya itu belum termasuk bayar asuransi dan lain-lain; karena dari pembahasan grup wa tadi, bahkan internship yang programnya bisa dibilang program pengabdian saja, support dana dari pemerintah tidak memadai.

Dan begitulah, hingga hari kemarin, kami mendapat kabar seorang dokter internship meninggal dengan diagnosis encephalitis post morbili. Dokter Andra, panggilannya. Beliau internship di daerah Maluku, Kep,Aru. yang transport keluar-masuk daerah tersebut sulit. Yang pengobatannya pun terkendala biaya. Kami berduka atas kepergian seorang teman sejawat kami dalam masa tugasnya di Maluku, dalam masa pengabdiannya bagi bangsa. Sesungguhnya kita ini milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali.

Selamat jalan dokter Andra, meski saya tidak mengenalmu. Tapi saya turut berduka cita. Semoga segala dosa diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan....

(mengenakan pita hitam)

Rincian kejadian (saya ambil dari grup profesi dokter Alumni SMA saya) : 

Hari ini kami mengikuti sebuah kisah lewat Group WA IDI Kaltim, tentang perjuangan seorang Dokter Internship di Kepulauan Aru.
Turut berduka cita … rest in peace dr Dionisius Giri Samudra

11 November 2015 (12.00 WITA)
Emergency Call untuk semua sejawat yang bisa membantu junior kita Dokter Internship di Maluku Tenggara.
Pasien a/n dr. Dionisius Giri Samudra. Dokter internship RSUD Cendrawasih Dobo, Maluku Tenggara Kepulauan Aru.
Kondisi saat ini: febris dengan penurunan kesadaran. Data trombosit: 50.000 Butuh segera evakuasi untuk mendapatkan perawatan selanjutnya di pusat pelayanan kesehatan lanjutan.

11 November 2015 (16.00 WITA)
Perkembangan terakhir:
1. Sarana transportasi semua sudah ready. Yang bermasalah adalah keadaan dr.Andra yg untransportable.
2. Pemerintah daerah telah membantu dengan maksimal mengenai transportasi dan segala sarana, intinya pemerintah daerah tidak lepas tangan, bahkan mereka yang mempersiapkan semuanya.
4. Diagnosis sementara masih encephalitis viral dd morbili
5. Ada dua orang Sp.PD yang di Dobo dan langsung menangani dr.Andra yang selalu terpantau.

11 November 2015 (17.00 WITA)
Perkembangan terakhir:
Pasien terintubasi dengan GCS e1m1v1, dengan Epinefrin 6mcg, TD: 87/65, N: 150, T: 40 derajat, saturasi: 80%.
Diagnosis sementara: Encephalitis.
Pasien rencana akan dirujuk ke Tual, namun tidak transportable. Namun orang tua tetap ingin dirujuk.
Demi patient safety, saat ini ditahan dulu di RSUD Dobo, jangan ditransport dulu, apalagi pakai speedboat, risiko ombak besar dan medan yg berat.

Perkembangan terakhir:
Sedang dikoordinasikan oleh 221:
1.Pesawat jet dari Halim Perdanakusuma direct to Timika dengan membawa team medis dari ER, Emergency Response group RS Bunda Jakarta.
2. Pesawat ATR dari Timika ke Dobo PP. Sedang menunggu availability pesawat2 tsb. Team medis menurut info sdh siap deploy dari Jakarta.
Tapi sementara ini, usahakan tetap stabilisasi pasien di RSUD Cendrawasih dengan semua kemampuan yang ada dan jangan ditransfer dulu.
Orangtua dr.Andra sudah di Dobo. Kondisi pasien belum dapat dipindahkan dengan aman karena dicari fasilitas transport yang aman.

Perkembangan terakhir:
Pesawat yang masih bisa landing di runway Dobo adalah sejenis ATR 42. Sudah coba dikontak ke semua unsur potensi penerbangan yang ada, baik charter flight, TNI-AU, POLRI. Sampai saat ini, belum ada airline yang berani menyanggupi untuk mendarat di Dobo dikarenakan panjang runwaynya pas-pas-an. Sekitar 1200 m, pilot banyak yang tidak berani ambil risiko. Untuk rute Halim Perdanakusuma to Timika, masih bisa dijangkau dengan charter flight jet. Untuk rute Timika to Dobo masih belum ada yang berani.

11 November 2015 (18.00 WITA)
Telah meninggal dunia. dr. Dionisius Giri Samudra (Andra), dokter Internsip penempatan RSUD Cenderawasih Dobo Kepulauan Aru. Penempatan periode Mei Tahun 2015, karena Encephalitis Post Morbilli. Meninggal di RS Dobo pukul 18:16 WIT. Rencana evakuasi jenazah akan dilakukan besok atas koordinasi Pemda Kabupaten Kepulauan Aru dan Pemda Kabupaten Tual.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

catatan :
Sengaja saya post di blog, supaya hal ini tidak hanya jadi konsumsi kami-kami yang memang bergelut di profesi ini. Agar pemberitaan media tidak melulu tentang hal-hal negatif tentang dokter, entah itu tentangdokter yang lalai, tentang dokter dengan medical representation, atau hal-hal lainnya. Ketahuilah, di antara dokter-dokter yang diberitakan negatif, masih banyak dokter yang dedikatif terhadap profesinya. :)

Selasa, 10 November 2015

Kewajiban dan Hak Dokter dan Pasien

Kewajiban Dokter :
-Mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR)
-Mempunyai Surat Izin Praktik (SIP)
-Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar praktik operasional
-Menghormati hak pasien
-Memberikan penjelasan secara lengkap tentang kondisi pasien, tindakan medis dan terapi yang akan dijalani serta biayanya (inform)
-Meminta persetujuan pasien sebelum melakukan tindakan medis (consent)
-Merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian/kemampuan yang lebih abik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan/pengobatan
-Membuat dan memelihara rekam medis
-Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien, bahkan setelah pasien meninggal. Rahasia ini hanya dapat dibuka untuk (1) kepentingan pasien; (2) permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka menegakkan hukum; (3) permintaan pasien sendiri; atau (4) berdasarkan ketentuan perundang-undangan, misal saat ada wabah (outbreak)
-Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya
-Menambah ilmu pengetahuan dan mengembangkan ilmu kedokteran

Hak Dokter ;
-Mendapat perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar operasional
-Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi daan standar praktik operasional
-Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien dan atau keluarga pasien
-Menerima imbalan jasa
-Menolak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan etika, hukum, agama, dan nurani
-Mengakhiri hubungan dengan seorang pasien, jika menurut penilaiannya kerjasama dengan pasien sudah tidak ada gunanya (pasien tidak kooperatif), kecuali dalam keadaan gawat darurat
-Menolak pasien yang bukan bidang spesialisasinya, kecuali dalam keadaan darurat atau tidak ada dokter lain yang mampu menanganinya
-Hak atas privacy dan ketentraman bekerja
-Mengeluarkan surat keterangan dokter
-Menjadi anggota perhimpunan profesi

Kewajiban Pasien :
-Memberikan informasi yang benar dan jujur tentang masalah penyakitnya
-Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter
-Mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku di sarana pelayan kesehatan
-Memberikan imbalan jasa atas pelayanan medis yang diterima

Hak Pasien :
-Hak menentukan keputusan sendiri (the right to self determination)
-Hak memperoleh pelayanan kesehatan
-Hak untuk memperoleh informasi dan perlindungan
-Hak untuk alternatif kedua (second opinion)
-Hak untuk memberikan persetujuan atau penolakan tindakan medis
-Hak untuk melihat dan mendapatkan data rekam medis
-Hak untuk terjaga kerahasiaan identitas dan data kesehatan pribadinya
-Hak untuk menuntut ganti rugi akibat kelalaian yang dilakukan oleh dokter


Noted!


Sumber ;
Slide lecture dr. Beta Ahlam G., Sp.F dengan judul "Legal Aspect in Medicine" dalam kuliah untuk Pendidikan Dokter 2012 FK UGM Blok 4.2 Health system and disaster management.

Senin, 09 November 2015

Hujan siang tadi

Hujan turun sesiangan tadi. Bukan hanya rintik kecil yang numpang lewat; seolah menggoda manusia yang sudah beberapa pekan terakhir terpanggang oleh teriknya matahari siang. Siang tadi benar-benar hujan. H.U.J.A.N. Dan kini, hawa hujan masih tersisa. Mendung yang menggelantung di langit; petrichor yang menyeruak masuk ke hidung seketika pintu-pintu dan jendela-jendela ruangan di buka; juga hawa dingin yang menyapa kulit, merasuk masuk melalui celah-celah baju dan jaket.

Siang tadi benar-benar hujan. Dalam bulir yang besar. Deras. Lama. Menyenangkan mengetahui hujan kembali ke sini. Aku kira, ia sudah bosan untuk turun ke bumi, mengingat kini bumi sudah sangat rusak, juga -mungkin terlihat jelek dari atas sana. Aku lupa, kalau hujan juga berasal dari bumi.

Siang tadi benar-benar hujan. Menyenangkan rasanya menghirup petrichor yang sudah lama tak tercium. Hampir-hampir lupa betapa menenangkannya petrichor itu. Menyenangkan rasanya melihat mendung di langit-langit bumi; ia menandakan bahwa hujan tidak hanya sekali akan turun. Meski mendung belum tentu hujan. Dan hujan dapat turun tanpa mendung.

Siang tadi benar-benar hujan.


                                           Rindu ini sedikit terobati.


                                                                                   Allahumma shayyiban naafi'an.



------------------------------------------
Hari kemarin, usai hujan deras sesiangan.
Merindu hujan, merindu rumah.