Minggu, 05 Oktober 2014

Idul Adha di Rumah

Setelah terhitung 9 tahun saya nggak ber-Idul Adha di rumah, akhirnya, untuk pertama kalinya saya berlebaran bareng keluarga kecil ini di Depok. Keputusannya sudah saya buat sejak sekitar minggu ke dua masuk kuliah. Well, saya merasa harus memberikan hadiah buat diri saya yang libur Ramadhan kemarin terpakai waktunya untuk ujian OSCE dan mengurusi OSPEK. Lagipula, momennya pas setelah ujian blok, dan ada jeda sejak hari rabu kemarin hingga hari ini. Hanya sebentar sih, cumannya, ketika kita lebih punya sedikit waktu untuk melakukan suatu hal, ketika itu pula waktu-waktu itu jadi terasa amat berharga, begitu bukan?

Dan, malam ini saya harus balik lagi ke Jogja. Mbak saya bilang, "Sumpah, dek, lo tuh udah nyaingin Bang Thoyyib tau ga yang tiga kali lebaran tiga kali puasa ga pulang-pulang?" Saya ketawa aja. Saya udah bilang, emang saya cuma pulang sampai hari Ahad ini. Saya ingin memanfaatkan waktu kosong yang ada, dimana dalam minggu-minggu ini saya nggak benar-benar dibutuhkan di kampus (well, karena kemarin masih sibuk difinalisasi kepanitiaan OSPEK, saya jadi nggak dimasukkin kepanitian-kepanitian pasca libur idul Fitri di kalam T.T, sedikit sedih sih, tapi saya jadi punya banyak waktu senggang ..), dan ego saya sudah mendesak untuk pulang. Jadi, tahun ini saya absen dari kepanitiaan Idul Adha di kampus, dan ngacir ke rumah. Karena saya juga nggak tahu, setelah ini, kapan lagi saya bisa pulang? Nggak ada jaminan saya akan pulang dalam waktu dekat, pun nggak ada jaminan saya akan pulang saat liburan, bukannya saya sok sibuk, tapi, hidup itu siapa yang tahu? Siapa yang akan jamin saat liburan saya masih hidup?

Nggak ada jaminannya, makanya, kalau bisa, saya ingin menghabiskan waktu-waktu senggang saya untuk 'beristirahat' di rumah, bergelung di antara riuh nya kondisi di rumah, bermanja di antara ibu bapak, dan kakak-kakak ...

Aah, memang seharusnya rumah adalah tempat berpulang ... tempat dimana hati kita berpulang...