Senin, 16 Juni 2014

Hujan Bulan Juni


Pengarang: Sapardi Djoko Damono

  tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Refleksi 20 tahun

Eciee yang buka blog lagi ... lama nggak nulis di sini (sebenernya lama nggak nulis sih, dimanapun, hehe). Dan baru sadar, selama saya kuliah, tahun kedua ini terutama, saya mulai jarang nulis. Mungkin bukan karena tidak punya waktu, tapi saya yang tidak mau menyediakan waktu ...

Well, itu bahasan lain, tapi masih terkait waktu. Di tahun ini, usia saya menginjak kepala dua (Astaghfirullah ... nggak sopan, nginjek-nginjek kepala ...ckckck). Akhirnya, untuk pertama kalinya saya bisa masuk ke kategori "adulthood", dimana proporsi tanggung jawab saya di tahun akan berbeda dengan sebelumnya sewaktu saya masih bisa disebut remaja tanggung. Tanggung mau dewasa, tapi dibilang anak kecil udah kegedan juga.

20 tahun.

Aduh, saya bahkan nggak tau mau nulis apa saking selama 20 tahun saya belum ngapa-ngapain. Belum punya karya. Masih belum begitu bermanfaat buat orang sekitar. Masih lebih banyak memanfaatkan orang lain ketimbang memberi manfaat buat orang lain. Masih suka ngerepotin orang lian ketimbang direpotin orang. Masih lebih suka mengeluh ketimbang bersyukur. Dan masih-masih yang negatif lainnya.

Masih banyak mimpi-mimpi yang belum tergapai, atau bahkan terbengkalai di sudut nurani, menanti untuk kembali dipanggil oleh saya. Sayangnya, sayanya masih terlalu malas untuk berlari. Sayangnya, saya masih terus berleha-leha menunggu "ditampar" seseuatu atau seseorang untuk tersadar.

Ahahaha epik banget rasanya. Saya sebenernya sudah sadar apa yang salah dalam diri saya. Sudah sdar juga dengan sifat-sifat buruk saya. Tapi sayangnya saya belum ada keinginan untuk merubahnya. Sayangnya, saya masih terlalu malas untuk sekadar melek dan memilih ...

Dan bahkan sekarang, saat ini, saya sudah mulai melupakan apa saja mimpi saya. Saya mulai mengalami regresi. Jika terus begini, tidak heran rasanya jika ada psikiater yang mendiagnosis saya mengalami skizofrenia.

Saya sudah 20 tahun, tapi saya masih tidak berguna. Payah.