Rabu, 08 Januari 2014

Sudah #Setahun di KaLAM FK UGM

Sudah setahun rupanya saya di KaLAM, Keluarga Muslim Cendekia Medika FK UGM. Beramanah sebagai staff Media Opini di sana. Well, tapi saya bukan staff yang baik, yang pernah mengalami futhur parah selama hampir 1 semester (apa justru 1 semester full? entahlah). Sejak saat itu, saya bertekad nggak mau lagi berada dalam kondisi itu, dan semoga nggak akan lagi. Masa-masa futhur waktu itu membuat saya berantakan, amanah saya berantakan, akademik saya berantakan, ruhiyah saya juga berantakan, pokoknya semuanya deh.. Alhamdulillah sekarang saya udah balik lagi ...(*balik kemana pula?*)

Pokoknya saya bermasalah bangetlah, udah kerjaannya protes mulu, nggak ada aksi pula. Protesnya dilakukan dengan bahasa yang nggak ahsan juga, udah gitu ngomongnya ke kadiv dan para PH yang hatinya lembut dan perasa banget ... hadeuuuh, hadeeeuuh ...

Sampai akhirnya saya ngomong ke MR saya kalau saya ngerasa saya bermasalah sama KaLAM, dan dari sana MR saya bilang beberapa hari berikutnya, 'Dek, kamu temui Bu Ida ya buat diskusi'. Setelah ini dan itu, mungkin karena MR saya ngerasa kalau dibilangin sama mbak-mbak lagi saya udah nggak mempan, akhirnya saya langsung dirujuk ke ADKP kali ya .. (berasa penyakitnya udah akut sampai harus dirujuk ke RSUP, -___________-"), iya, ternyata yang saya temui adalah dr. Ida, .. saya diskusi banyak, tentang masalah saya, tentang KaLAM, tentang saya bilang, 'apa saya resign aja ya Bu dari KaLAM?' ... Tapi, waktu itu Bu Ida bilang suatu hal yang bikin saya berpikir ulang, beliau bilang, 'Ya, sekarang gini, Dek, kamu sekarang kan udah ngerasa banyak hal yang nggak pas dan harus diperbaiki di KaLAM, kalau kamu nanti resign dari KaLAM, terus siapa yang benerin? Udah gitu, Ibu yakin, kalau kamu keluar kamu malah lebih gelisah daripada sekarang.' Well, itu udah mendekati akhir semester 2, dan dari sanalah saya berpikir ulang tentang diri saya, tentang KaLAM, tentang keinginan saya untuk resign, dan tentang bahwa banyak PR yang menjadi hutang saya akibat mangkir mulu di tahun pertama ini.

Maka, Libur semester, sekaligus libur Ramadhan menjadi titik balik saya. Saya susun ulang visi dan tujuan saya masuk KaLAM, saya membenahi diri saya, bangkit dari kefuthuran dan memantaskan diri saya untuk tetap ada di KaLAM.. Dan di sinilah saya akhirnya ...

Nggak banyak yang bisa saya ceritain dari KaLAM, lebih karena saya banyak mangkir selama setahun kemaren. Jujur aja, saya nyesel dengan kondisi saya setahun ke belakang. Bukannya membawa manfaat tapi malah bawa petaka hehehehe ... di tahun kedua ini, apapun posisi saya nantinya di KaLAM, semoga saya bisa bermanfaat di sini, di KaLAM, di tempat dimana secuil hati saya tertinggal ... :')

Dan, seperti postingan saya sebelumnya, saya juga mau berterimakasih untuk semua PH KaLAM, baik akhwat maupun ikhwan yang udah saya repotin, yang udah saya bikin pusing mungkin, yang udah banyak memberi pelajaran buat saya, walaupun saya pernah bilang 'saya nggak banyak belajar tentang dakwah media di KaLAM', tapi saya belajar lebih dari itu, saya belajar bagaimana memanajemen diri, belajar tentang prioritas, belajar tentang berstrategi juga ... :')

Terima kasih, jazaakumullah khayr untuk Mbak Arinda terutama, yang udah sering secara langsung saya protes sampai beliau nangis, hehehe, Mas Syafiq juga selaku kabid ikhwan, terus buat Mbak Uli, sekjend KaLAM yang imut tapi berhati besar dan lapang, yang selalu senyum walaupun sering dapat protes (dapet protes sama aja dapet masalah baru hehe), Mas Albi, selaku mas'ul, maaf ya mas sering saya protes di belakang hehee, juga Mbak Rizka dan Mas Taufiq, kabid syiar, Mbak Yasmin dan Mas Miefta, kabid PU, Mbak, Rima, kabid kemuslimahan, Mbak Arum dan Mas Heri, kabid KF, Mbak Vio dan Mas Ilham, kabid jaringan, Mbak Ria dkk selaku skebend, Mbak Hanifah, Mbak Andin, dkk dari BKK .. Jazaakumullah khairan jazaa untuk bimbingannya setahun ke belakang .... :') Maaf untuk semua kata dan sikap yang tidak berkenan di hati ..

Dan, karena kita telah berkumpul di dunia ini karena kecintaan kepada Allah dan Rasulnya, maka, semoga Allah mengumpulkan kita di surgaNya pula, bersama dengan para pejuang dakwah lainnya, dan bersama dengan RasulNya pula :') Amiin

Waktu Forga KaLAM 1434 H

Senin, 06 Januari 2014

Sudah #Setahun di BIMO Forsalamm

Sudah desember .... itu tandanya udah hampir suksesi di semua lembaga-lembaga di kampus. Termasuk di BIMO Forsalamm, Biro Informasi, Media, dan Opini.Lembaga yang pertama kali saya masuki di UGM ini, dan dengan tangan terbuka menerima saya-yang sangat bocah waktu itu. Yah, walaupun bisa dibilang sebelumnya bahkan nggak pernah terpikir saya akan berada di sini, mengingat waktu itu saya sudah mempersiapkan diri untuk ikut tes di BPPM Balairung.

Tapi, atas larangan dari Bapak, dan saran dari MR akhirnya di sinilah saya terdampar. Di lembaga yang, kalau kata Mbak Nea, HRD BIMO kepengurusan sebelumnya, bilang 'timbul tenggelam'.

Kalau saya mengingat lagi, saya masuk BIMO pas Mas ari masih jadi mas'ul BIMO dan Mbak Nea jadi HRD nya. Waktu itu, dengan degdegan saya langsung sms Mbak Nea setelah saya mengumpulkan formulir dan tugas-tugas syarat masuk BPPM Balairung (lhah kok?) hahahaha ... Iya bahkan sejak mengumpulkan formulir ke BPPM Balairung aja saya ragu-ragu, gimana kalau udah masuk? iya, jadilah saya melakukan manuver mac robert untuk membantu persalinan ibu yang ... *halah* ...

Pokoknya, hari-hari berikutnya saya wawancara sama mbak Nea. Ya tapi, nggak kayak wawancara sih, lebih kayak ngobrol. Di sana saya mengutarakan niat saya masuk media. Dan di sana pula Mbak Nea menjabarkan kondisi BIMO. kondisi 'timbul-tenggelam'nya. kondisi orang-orangnya. Dengan gamblang. Waktu itu kami ngobrol dari habis ashar sampai menjelang maghrib. Di depan perpus FK. Di hari itu, saya nggak berharap apa-apa dari BIMO, sebagaimana yang mbak Nea bilang, "Jangan berharap banyak dari BIMO, mengingat kondisinya yang timbul tenggelam, yang kadernya juga punya amanah besar di lain tempat selain di BIMO". Dan sampai akhir saya nggak pernah berharap apa-apa.

Job pertama yang saya terima adalah layouting dan desain untuk koran satu lembar 'Inspire', yang saya kerjakan lewat dari deadline sampai bikin bingung mbak Miski (yang waktu itu ngasih saya Job). Jujur aja, waktu itu saya belum pernah bikin layoutan untuk koran, jadi sebenarnya saya nungguin ayah saya yang lagi perjalanan ke Salatiga buat konsultasi dan tanya-tanya. Jadinya, jelas lewat deadline hehe ..

Kejadian yang saya ingat berikutnya adalah Mabit di Salimah, kontrakannya Mbak Nea dan Mbak Miski, yang ternyata juga kontrakannya Mbak Hanifah (kakak angkatan di prodi). Di sanalah saya ketemu mbak-mbak BIMO lainnya ... Mbak Rima, Mbak Henny, Mbak Fanny ... Dan di sana juga, untuk pertama kalinya saya mengalami diskusi antar mahasiswa yang saya rasa sangat kece. Sangart impressive, dan sangat idealis. Di sanalah Mbak Nea, selaku HRD memaparkan idealisme BIMO yang ingin dicapai sama pendahulu-pendahulu ...

Dan yang saya tahu, di pengurusan setelahnya, dimana yang beramanah sebagai ketua BIMO adalah mbak Triani, entah mengapa saya masuk di divisi redaksi.  Padahal saya masuk sebagai divisi artistik atau kalau di BIMO sebutannya CMC (creative Multimedia Center). Tapi, mungkin ini caranya Allah untuk menyiapkan saya untuk setahun setelahnya (yang mungkin akan saya bahas di lain postingan). Saya banyak belajar dari orang-orang kece di sini. Banyak memaknai cara berpikir mbak-mbak dan mas-mas divisi redaksi, yang notabene nya adalah mbak-mbak dan mas-mas yang pikirannya tajam dan idealis (well, saya satu-satunya anak 2012 di divisi redaksi, dan itu sudah berhasil membuat saya jadi anak bawang di BIMO). Banyak belajar tentang bagaimana berdakwah melalui media, melalui tulisan dan visual. Saya banyaak banget belajar di sini.

Dan karena saya nggak pernah mengharapkan apapun dari BIMO, saya jadi dapet lebih banyak dari sini. Walaupun BIMO sendiri mungkin nggak mendapatkan banyak hal dari saya.  Kalau dihitung-hitung, selama buletin inspiratif dua kali terbit saya cuma nulis riset. Yang itu dibantu sama mbak-mbak lainnya. Yang pertama dibantu mbak Fira (FIB 2011), yang kedua dibantu Mbak Fanny (TI 2009), dan keduanya begitu terbit majalahnya, yang saya tahu adalah artikel tulisan saya langsung dipangkas separonya hahaha .. *emang nggak bisa diharapkan*

Selebihnya saya nggak bantu banyak. Nggak bantu ngeliput acara, nggak nyelesein inspire yang jadi tanggung jawab saya. Dan nggak-nggak yang lainnya lagi. Mungkin, mbak-mbak udah sampe maklum kali ya sama saya yang 'anak bawang' ini hehehe ...

Tapi, kalau bisa, kalau masih diperkenankan, saya pengen lanjut di BIMO untuk satu tahun ke depan dan seterusnya ... Kalau bisa sih, saya jadi staff abadi sampai saya lulus nanti, biar enak. Saya rasanya pengen bayar utang-utang saya ke BIMO di tahun pertama, yang saya selalu mengada-adakan alasan kalau ada jarkom ngeliput, yang saya selalu lari kalau ada amanah yang nggak selesai. Dan saya-saya yang jelek lainnya ...

Karena di sini, di BIMO ini ada secuil hati saya tertinggal, semoga nantinya, di tahun entah ke berapa, dimana saya nggak lagi disibukkan dengan amanah organisasi di fakultas, saya bisa jadi staff BIMO yang baik ... :')

Dan saya ucapkan di sini aja, karena saya juga bingung mau ngomong gimana ke mbak-mbak, saya ucapkan terima kasih, jazakumullah khayr buat mbak-mbak PH BIMO untuk bimbingannya satu tahun ke belakang .. Mulai dari Mbak Nea dan rekan2 yang udah nerima saya dengan tangan terbuka, dan pikiran terbuka, Terus juga buat Mbak Triani yang udah banyak saya repotin, jujur, saya suka banget dengan cara mbak berpikir, saya terkesan dengan setiap diskusi yang kita lakukan (walaupun itu cuma sekitar 2 kali kalo nggak salah), Buat Mbak Rima, HRD setelah Mbak Nea, maaf ya mbak sering ilang-ilangan (terutama kalau ada artikel yang belum saya setor), Buat Mbak Uti, kadiv redaksi, Buat Mbak Miski juga, kadiv CMC yang sering saya isengin kalo lagi kumpul, Mbak Kiki kepala subdivisi Litbang, Mbak Fanny dan Mbak Henny yang adminkeu juga ... Matur nuwun sanget karena mengizinkan saya buat ada dan belajar di BIMO, maaf juga karena saya masih belum maksimal sebagai staff ... :')

Dan karena Allah sudah mempertemukan kita di dunia karena kecintaan terhadap-Nya, maka, semoga Allah mempertemukan kita pula di surga-Nya nanti  .. Amiin ..


BIMO Forsalamm sebelum saya masuk (jelas, saya ambil dr grup FB :p)

Waktu Buka puasa bareng, tapi saya lagi ada acara IAIC ...