Selasa, 26 November 2013

Semuanya Lelah

Saya tahu, semuanya sedang lelah ... Semuanya, mungkin, saat ini sedang dalam titik terlelahnya, Dimana yang satu enggan menanggapi perkataan lainnya, inginnya menggeleng tak setuju, tapi yang keluar justru amuk emosi dalam hati. karena lelah ... inginnya mengangguk setuju dengan semangat, namun hanya anggukan lemah, pasrah yang terlihat ... karena semuanya sedang lelah.

Semuanya sedang lelah ...

Beberapa mencoba tersenyum. Memaksakan diri mungkin. Untuk membuat yang lain tersenyum, tapi yang ada hanya senyum tegang, senyum yang tak senyum. Karena semuanya sedang lelah.

Semua aktivitas beberapa bulan, beberapa minggu, beberapa hari terakhir mungkin memang menyedot habis semua perhatian kita, energi, senyum, dan semua hal positif dari kita. Hingga menyisakan lelah dalam hati...

Semuanya bertanya, kapan berakhir? kapan selesai? Semua menjerit, semua mengeluh, semua Lelah ...

Kau juga merasakannya juga kan?

Karenanya, aku mohon, tidak perlu lagi ada dzhan di antara kita, tidak perlu ada debat di antara kita, tidak perlu ada lagi pertengkaran-pertengkaran tak berarti di antara kita ... Kita cari solusinya tanpa harus mengerutkan wajah, menengangkan urat nadi dan semua aktivitas yang membuat semua keadaan ini semakin melelahkan ...

Kau juga merasakannya kan? Semua atmosfer kelelahan ini ... Sudah ya? Sudah, kita tak perlu lagi adu mulut, adu pendapat, adu argumen, tidak perlu lagi saling menyalahkan, saling tuduh, saling tikam ... sudah ya? Sudah cukup ...

Sudah ya?

Karena kita semua lelah ... Karenanya, biarkan, paling tidak sedikit kedamaian untuk diri sendiri dengan menghindari setiap dzhan, dan setiap debat ... cukup terima saja ... terima saja ... Ada saatnya kita paham kenapa harus selelah ini, kalau tidak sekarang, mungkin esok hari, mungkin lusa, mungkin atau hari-hari berikutnya ...

Ada saatnya kita akan paham, Ada saatnya ....

Kamis, 21 November 2013

Random yang lain lagi

Kalau lagi berdiam diri begini, dan di kontrakan sendirian, kadang-kadang gue suka membiarkan Tv menyala, playlist di hape muter, lampu menyala semua, SEMUA, kipas angin muter, laptop nyala dan kadang-kadang muter fim sekalipun yang dibuka tetep aja blogger atau tumblr.

Buat apa? Nggak tau. Gue juga nggak tau buat apa. Tapi gue nyaman aja dengan 'keramaian' itu. Dan dalam 'keramaian' yang gue buat itu, gue suka tiba-tiba tenggelam dalam pikiran gue. Gue suka berpikir yang kemaren udah lalu, menguang kembai memori menyenangkan yang pernah gue lalui. Terus, pikiran gue kadang-kadang suka nyerempet ke memori yang nggak enak, yang bikin gue jadi berpikir, jangan-jangan kejadin itu berhubungan dengan kejadian yang kemaren, atau malah kejadian besok. Dan seterusnya- dan seterusnya.

Tapi, kadang-kadang gue mikir tentang kondisi sekarang. Kondisi gue sekarang, kondisi lingkungan gue, dan macam-macam sekarang lainnya. Kadang-kadang, tiba-tiba muncul ide konsep tentang suatu hal yang akan dan sedang gue jalani, yang menurut gue bagus. Tapi, gue nggak tau sih menurut pandangan orang lain. Gue ngomong gini bukan berarti gue nggak diskusi ke banyak orang. Pernah ide-ide itu gue lisankan sama petinggi-petinggi. Tapi, gue seringkali nggak mendapat tanggapan, apresiasi, atau bahkan ide gue diabaikan? Makanya, akhir-akhir ini kalo punya ide, lebih suka gue godok sendiri dalam pikiran gue. Dan entah kapan akan gue lisankan ....

Terus, gue juga suka mikir tentang banyak orang, tentang betapa hebatnya mereka, tentang betapa cupunya gue,  tentang si A, tentang si B, tentang keputusan-keputusan yang mereka pilih, tentang bagaimana mereka menjalani hidup dengan kondisi mereka. Gue suka mikirnya, bikin gue mikir, sudah sejauh apa gue bergerak mengumpulkan bekal buat perjalanan pasca dunia. Gue suka mikirnya, soalnya bikin gue jadi memutar alur berpikir gue buat senantiasa menemukan hal positif dari orang-orang yang gue pikirin. Dan kalaupun gue mentok-mentok tetep menemukan hal negatif lebih banyak, maka itu pelajaran buat gue.

Gue juga suka mikir tentan diri gue sendiri. Dari semua yang gue pikirin, mungkin diri gue menyedot lebih banyak perhatian. Tentang sudah sebaik apa diri gue di mata Allah. Tentang keputusan-keputusan yang gue pilih, tentang langkah yang gue ambil, tentang gue yang masih banyak nggak benernya daripada benernya. Tentang gue. Dan masalahnya ketika gue mulai berpikir tentang gue, yang ada hanyalah stumpuk masalah ... hahahaha ... dan di sana gue menemukan, bahwa gue nggak mudah memaafkan diri gue sendiri, dan nggak banyak menghargai diri gue sendiri ... miris sebenernya, ketika gue bisa menemukan banyak hal positif tentang sekitar gue, tentang orang lain, tapi gue sulit menemukan kebaikan gue sendiri.

Well, yah entahlah, masalah ini selalu berujung pada pertanyaan sih .... jadi sampai sekarang, gue belom menemukan jawabannya ...

Selasa, 19 November 2013

Tarbiyah dari Allah

'Tarbiyah dari Allah adalah tarbiyah yang sebenar-benarnya' ... Itu kata Murabby saya dulu. Well, tapi emang begitu kan?

Jadi ceritanya, di ulang tahun saya yang ke-19, saya minta sama Allah untuk didewasakan. Saya minta Allah untuk mendewasakan saya. Dan syaangnya kedewasaan itu bukan suatu hal yang bisa didapat secara instan, seperti benda murahan yang bisa ditemukan dimana saja. Butuh proses yang panjang, dan dalam proses tersebut tentu ada segala macam pendidikan ...

Dan, sejak ulang tahun saya itu, saya mulai merasakan proses tarbiyah pendewasaan saya. Oh ... tentu tidak semudah itu sampai saya sadar bahwa ini adalah proses tarbiyah dari Allah. 7 bulan. Setelah 7 bulan saya baru sadar. Saya jadi Project officer kaderisasi, saya jadi PJ mabit yang pesertanya nggak seberapa, saya jadi ini dan jadi itu, saya dihadapkan pada permasalahan dalam diri saya yang akhirnya berimbas pada proses memandu AAI saya, dan lain sebagainya yang udah saya jalani selama 7 bulan sejak ulang tahun saya itu  adalah tarbiyah dari Allah untuk mnedewasakan saya. BUkan berarti kejadian sebelum ulang tahun saya bukan untuk pendewasaan saya. Karena saya waktu itu mintanya sebelum umur 20 tahun, paling tidak saya sudah matang secara mental dan pikiran, jadi inilah yang Allah beri. Keadaan dimana, saya harus banyak berpikir tentang kepekaan, kebijaksanaan. Inilah yang Allah beri, saya ditempatkan di posisi dimana saya dihadapkan pada banyak keragu-raguan dan diuji dengan keinginan saya dari dulu, eksistensi, di sinilah, mungkin, Allah ingin melihat sejauh mana kedewasaan saya dapat memilih ....

Tarbiyah dari Allah adalah yang sebenar-benarnya tarbiyah, tentu ujiannya juga sebenar-benarnya ujian ... saya yakin, dan saya merasakannya, berat memang, terutama kalau saya masih menggantungkan segala hal pada yang bukan selain Allah, seperti saat kemarin ... tapi, Allah sudah janji tidak menempatkan hamba-Nya dalam kesulitan yang tidak dapat ditanggung oleh hamba-Nya, maka saya percaya kalau ujian ini lulus, kalau proses tarbiyah ini saya lulus, maka saya akan lebih dewasa ketimbang sebelumnya ... :')

Terima kasih Allah .. maaf, karena akhir-akhir ini saya banyak mengeluh ....

Senin, 18 November 2013

Roadshow IAIC 2013

Tahun ini, angkatan gue jadi panitia Roadshow. Dan, seperti tahun lalu, Alhamdulillah tahun ini gue berkesempatan datang ke IC buat meramaikannya.

Walaupun dengan keberangkatan yang dramatis, dan ninggalin acara-acara di kampus (emang itu sih salah satu tujuannya haghaghag *jangandicontoh*) akhirnya gue tetap keukeh jalan ke IC dan dilanjut menetap di rumah sampai hari selasa berhubung jadwal kuliah kosong sampai hari kamis.

Dan, seperti setiap kali ke IC sehabis lulus. Selalu ada rindu untuk mengulang setiap detik perjalanan hidup yang udah gue dan teman-teman lakuin di IC. Selalu ada menyesal terselip kenapa dulu nggak memaksimalkan diri ketika berada di asrama tercinta ini. Tapi, yah, namanya juga udah lulus, yang harus dilakukan sekarang adalah mengabdi. Mengabdi buat IC karena IC sudah memberikan banyak hal yang nggak bisa diberikan oleh sekolah lainnya ke anak didikannya. Pendidikan yang memadai, fasilitas, guru-guru, suasana yang nggak pernah bisa didapat dimanapun selain di sini.

Karena IC sudah memberikan banyak hal, dan gue yakin, bukan cuma gue yang ngerasain hal itu, makanya banyak alumni yang akan dengan ringan tangan membantu guru-guru IC setiap kali beliau-beliau ini dalam kesulitan. Banyak alumni yang nggak akan segan-segan membantu adik-adik di IC sebagai bentuk terima kasihnya terhadap sekolah ini. Dan akan begitu seterusnya ...

Karena itu pulalah, nggak akan ada yang dengan enggan mengurusi roadshow. Capek mungkin iya, pusing mungkin iya, tapi buat IC? apa sih yang nggak .... hehehehehe *malah jadi gombal*

Dan buat gue pribadi, kembali ke IC selalu menjadi pendongkrak semangat gue terutama ketika gue dalam keadaan down kayak akhir-akhir ini. Roadshow kemarin, ngeliat antusias adek-adek yang pada mau masuk kedokteran (iya, soalnya yang nanya-nanya ke gue yang pada mau masuk kedokteran) dan semangat mereka buat mencapai cita-cita itu bikin gue ikut semangat lagi. Ngeliat kekhawatiran mereka akan ujian-ujian yang ada di hadapan mereka kayak ngeliat diri gue dulu ... dan itu berarti juga mengingat betapa semangatnya gue dulu, ngotot bahkan, buat masuk fakultas kedokteran.

Tapi sangat disayangkan kita nggak bisa invasi asrama mereka pas malem-malem buat sesi sharing karena nggak dapet izin. hahahaha ... padahal seneng banget bisa liat semangat mereka. Akhirnya acara malam itu diganti sama evaluasi acara. Banyak banget evaluasinya. Gue seneng sih diadain eval, cuma yang gue sesali adalah, evalnya nabrka shalat isya', dan lebih gue sesali adalah, gue nggak mencegah, atau menyetop hal itu terjadi ...

Yah, semoga hal itu terulang lagi ... over all, roadshow kemarin cukup menyenangkan, ditambah pul adapat akabr angakatan gue bakal ketambahan keluarga baru Januari nanti (gue post di tempat lain ya ceriatanya ...) ...

Dan, selalu IC dan pernak-perniknya selalu punya caranya sendiri menghibur setiap 'keluarga'nya, selalu punya caranya sendiri untuk membangkitkan semangat setiap anggota 'keluarga'nya ... :')

Random nomer sekian

well, rasanya udah lama banget nggak ngerandom di blog. Dan mungkin ini juga karena rasa 'capek' gue yang menyerang gue akhir-akhir ini. Iya, emang gue akhir-akhir ini sering ngerasa capek. bukan secara fisik. Kalo capek secara fisik mah bisa hilang dengan tidur, tapi capek mental?

Jadi ceritanya, kuliah dan kegiatan kampus yang udah jalan beberapa bulan ini, entah kenapa banyak banget menyita perhatian gue. Entah karena posisi dan tanggung jawab yang udah mulai beda karena udah punya 'adik', dan karenanya, karena menerima posisi dan amanah yang beda itu dalam keadaan nggak siap, akhirnya gue jadi canggung. Atau entah karena sebab lain ...

Jadi karena lelah yang semakin menjadi-jadi setiap harinya, hampir semua amanah terbengkalai (oke, gue sadar kok gue nggak profesional), sms dari kakak2 di kampus nggak gue bales, telpon nggak gue angkat, dan segala macam lainnya. Kadang-kadang di saat yang seperti itu, mestinya gue bisa gambar atau nulis buat menuangkan semua perasaan dan pikiran, tapi mungkin karena guenya yang udah terlalu capek dengan semua teknis yang nggak selesai-selesai dibahas, akhirnya ekspresi itu nggak keluar. Gue sempat mengalami rasa dimana gue stagnan. Nggak bisa nulis apapun. Tangan gue kaku sampe rasanya apapun yang gue gambar nggak pas dengan bayangan gue. Semuanya jelek. Semuanya aneh. Gue mikir. Mungkin, ini ada hubungannya sama rasa 'capek' gue.

Iya emang, sejak masuk kuliah tahun kedua ini, gue ngerasa, gue ngak punya banyak waktu buat diri gue sendiri. Cuma sekali. Itupun nggak berakhir dengan bahagia. Entah karena guenya yang nggak meluangkan waktu, entah karena gue yang akhir-akhir ini sulit nolak, atau entahlah ...

Dan alhasil, semua lelah itu numpuk di otak, di hati, di badan sampai menjamur. Gue bosen sama semuanya, gue capek. Dan hal itu berujung pada gue kuliah, gue ngelakuin pekerjaan udah kayak robot dan kayak orang buta. terprogram, dan nggak tahu kemana dan buat apa ngerjain hal tersebut. Hal ini berujung pada gue yang ngerasa kehilangan sama diri gue sendiri. Lhah, bingung kan? Iya, gue sendiri juga bingung. Gue bingung mencari diri gue. Gue kehilangan diri gue sendiri ...

Akhirnya gue memutuskan untuk 'memberikan waktu untuk diri sendiri'. Gue bolos kuliah hari kamis dan jumat yang cuma masuk 1 jam seharinya, cuma buat memberikan waktu untuk berpikir dan sedikit bermalas-malasan. Serta sedikit menjauh dari hiruk pikuk keadaan kampus yang kondusif buat mikir. Tapi nggak berhasil. Yang ada gue malah nangis. Capek. Capek dan capek, dan akhirnya dua hari bolos cuma habis buat mengeluh. Gue menyimpulkan, kalo gue harus menjauh dari kampus, nggak bahkan yang lebih ekstrem, menjauh dari jogja untuk mendinginkan kepala gue, dan untuk berpikir lebih rasional. Yah, terserah kalo mau bilang gue mau 'lari'. Untung banget hari Roadshoaw bertepatan dengan jadwal kosong minggu depannya, dan langsung gue tangkep kesempatan ini, untuk berdiam diri di Depok barang cuma 2-3 hari. Gue rasa cukup. Cukup buat mikir, cukup untuk mendinginkan kepala, cukup untuk kembali memupuk semangat, dan segala cukup lainnya ....

Kalau akhirnya nggak merasa cukup? Maka, yang diperlukan akhirnya adalah bersyukur untuk menjadikannya cukup ...


Dan well, di sinilah gue akhirnya. di rumah. memberikan porsi lebih banyak untuk diri sendiri dan keluarga. Memupuk semangat dengan ketemu temen-temen IC dan adek-adek IC yang semangat nanya-nanya kehidupan kampus. Semangat mereka bikin gue mikir kembali, dulu, saat gue masih berada di posisi mereka, gue punya semangat yang sama. Dan masa baru dua tahun semangat itu udah melempem? Emangnya kerupuk? Ketemu adek-adek IC bikin gue mikir lagi tentang tujuan gue masuk kampus, dan macam-macam tujuan lainnya melalui keputusan-keputusan yang udah gue ambil ...

Bertemu keluarga gue lagi setelah sekian lama bikin gue mikir lagi, keputusan-keputusan yang udah dan akan gue ambil. Gue refleksikan dari kehidupan keluarga ini dulu dan sekarang, yang gue yakin sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan gue ke depannya ...

Well, benar kan, yang gue butuhkan hanya keluar dari rutinitas dan teknis yang semakin mengungkung setiap harinya, dan memberikan porsi lebih untuk diri sendiri untuk akhirnya menemukan kembali diri gue? untuk akhirnya menghilangkan lelah ini ...

Buktinya? Buktinya gue bisa nulis sepanjang ini lagi ... walaupun isinya ngerandom ....

hope this is not the end ...