Selasa, 18 Juni 2013

Harus ada yang berubah

jam di rumah saya menunjukkan pukul 06.35 ketika saya membuka blog. Keramaian dari kendaraan yang hilir mudi di jembatan sudah mulai terdengar, maklum hari pertama SBMPTN tahun ini, dan well, sangat amat kontras dengan suasana di dalam rumah yang masih pada tepar gegara semalam pada begadang ngerjain tugas dan belajar untu UAS, oh ya terkecuali saya tentunya, selain karena saya nggak UAS (dan memang nggak ada UAS di prodi kami), saya juga terbilang tidur cepat semalam.

Oke, itu cuma prolog. 

Intinya adalah, entah sudah sejak kapan saya merasa jauh dari AL-Qur'an, jauh dari Allah, jauh dari kebaikan. Rasanya hati saya kebas. Mungkin berawal dari kekecewaan, berlanjut jadi futhur... yang akhirnya malah berkepanjangan. 

Saya bukannya kecewa sama dakwah, saya cuma kecewa sama manajemennya (sama aja nggak? hehe). Tapi saya nggak membencinya saya cuma sedikit kecewa. Dan kesalahan saya adalah, saya TIDAK BERUSAHA merubahnya, tapi malah LARI. 

Saya baru sadar terakhiran, mengapa hati saya terasa begitu lelah. Ya karena saya terus-terusan melarikan diri dari Dakwah untuk menghindari kekecewaan, dan ya,,, ternyata itu SALAH.Bahkan saya tidak memperbaiki hal tersebut dengan hati, Astaghfirullah, ternyata saya sudah sejauh itu dari Al-Qur'an hingga hal-hal yang seperti ini luput oleh saya. 

Saya sadar itu kebodohan saya akibat dari sifat kekanakan saya. Dan karena kebodohan saya itu, entah sudah berapa banyak hati-hati yang lembut dan sangat perasa sudah tersakiti. Berapa banyak orang yang akhirnya telah menggugurkan kepercayaannya pada saya, dan berapa banyak jiwa yang hatinya saya buat kesal.

Astaghfirullah ...

Saya pikir, saya sudah berubah menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Ternyata malah ada penuruna kualitas diri saya. Dari yang tadinya bisa memaknai masalah, sekarang malah lari dari masalah. 

Astaghfirullah ...

Dan bodohnya lagi, saya juga belum tahu kapan kebodohan saya berakhir? Sebenernya saya sudah terlalu lelah untuk berlali, tapi untuk bangkit berdiri .........

Astagfirullah ...

Dan saya sudah terlalu jauh dari Al-qur'an .........................................................................................................................................................................................................................................................................

Jumat, 14 Juni 2013

setiap kali mendengarnya dimainkan secara langsung di hadapan saya, napas saya selalu langsung tercekat seolah semua oksigen yang ada di bumi tak mencukupi untuk konsumsi paru-paru saya,,

begitu juga ketika saya memposisikan diri untuk memulai lagi memainkannya ...

Kapan saya bisa memainkannya lagi?

saya merindukan ketika suara-suara gesekan itu dihasilkan oleh tangan-tangan saya, yang entah sudah berapa tahun saya tinggalkan ...

Namun, tetap saja seketika saya memikirkan untuk memainkannya, napas saya langsung tercekat kembali ...

                      Saya ingin bisa berdamai ...

Selasa, 11 Juni 2013

Lelah ...

iya, saya memang sedang lelah akhir-akhir ini. Lelah untuk satu hal terutama, yang saya juga sedang mencari akar masalah dan penyelesaiannya ...

Jadi, kalau akhir-akhir ini saya sering membangkang, ya mungkin karena rasa lelah yang berkepanjangan itu .. yang saya juga lupa kapan mulainya, dan entah kapan akan berakhir ...

Terlalu banyak ekspektasi yang tak terbayarkan oleh realita, terlalu banyak karya tak terapresiasi, terlalu banyak pertanyaan tak terjawab, dan ide yang biarkan lewat begitu saja ...

Saya lelah .. idealita mungkin tak selalu sama dengan realita, tapi kalau di tempat lain saya bisa mendapat suatu realita yang bisa disebut indah, mengapa di sini tidak?

Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, karena toh, saya juga salah, ketika ternyata iman saya masih compang-camping, karena itu akan berefek pada keikhlasan dan pelurusan niat serta pengistiqomahan saya ...

Saya juga tidak ingin menyalahkan siapapun itu yang posisinya berada di atas atau sejajar dengan saya, karena sebenarnya semua merasa sama. Satu dalam keterpecahan, sebut saja begitu.

Dan ketika semua merasa seperti ini, apakah agenda kultural cukup? Saya juga tidak tahu ... Saya juga masih mencari jawabnya.

Dan sejauh ini, yang saya harapkan hanya sebuah apresiasi dan pengakuan eksistensi terhadap kemampuan saya  ...

         


Lagi-lagi, lagi-lagi, eksistensi karya saya 'mati' di satu tempat,,
          Karenanya saya tidak akan pernah merasa hidup jika saya terus menetap, karena eksistensi karya berkerabat dekat dengan eksistensi diri, akhirnya konsekuensi dari rasa lelah itu adalah saya terbang dan hinggap di lain tempat, di mana saya merasa lebih hidup ............


Sekali lagi, maaf saya merasa lelah ...

          *doakan saja ini tidak berkepanjangan yang akhirnya malah membuat saya kecewa yang juga berkepanjangan ..                        

Selasa, 04 Juni 2013

Saya kira...

Saya kira saya sudah beranjak dewasa ..
     ternyata saya tetap saja bocah

Saya kira saya sudah semakin memaknai hidup
    ternyata saya hanya sekadar memandang dari pandangan seorang anak bocah

Dan keika saya sadar semuanya hanya kata-kata dramatis tanpa pemaknaan ,,,

saat itulah saya sadar, saya ternyata belum banyak mensyukuri hidup