Sabtu, 21 April 2012

WAKTU

"Kalau, diberi kesempatan untuk mengulang lagi waktu dan merubah sejarah diri kita, apa yang akan kita ubah?
Kalau saya :

TIDAK ADA YANG AKAN SAYA UBAH

FK-UGM...

Saya tahu saya phobia darah...

Tapi saya juga tahu, saya nggak mau melepaskan impian saya buat masuk FK-UGM

jadi, saya cuma berdoa..
"Ya, Allah semoga saya bisa masuk FK UGM tahun ini..."

Amiiinnn....

Nothing to Lose

Bapak pernah bilang ke saya duluuuuu sekali, waktu saya masih SD... "Jangan pernah terlalu berharap, biar jatuhnya nggak terlalu kecewa..."

Saya pikir maksudnya apa. dan saya baru tau beberapa tahun setelahnya...

ketika kita nggak berharap lebih, kalau nantinya kita gagal, kita nggak sangat kecewa gitu...dan nothing to lose..

--tapi ternyata susah ya buat nggak berharap yang muluk-muluk. Saya pernah kelepasan beberapa kali berharap yang sangat amat muluk, dan nggak kesampaian, jadinya sampai sekarang, saya masih suka kesel sama diri saya sendiri, jadi sering menyalahkan dan menekan diri saya sendiri...

Tapi (lagi) sekarang saya tahu bagaimana caranya kita berharap lebih tanpa akhirnya kecewa, yaitu NIAT.
Saya pikir, sekarang saya udah nggak boleh lagi berharap tanpa ada niat dan tekad yang kuat untuk mewujudkan harapan saya, tanpa ada niat yang lebih mulia dibanding sekadar niatan duniawi atau kepuasan semata.

Saya pikir kenapa saya nggak bisa ikut Olimpiade sains kabupaten tahun lalu, mungkin karena niat saya datang terlambat, terlalu terlambat untuk bisa diwujudkan, mungkin juga karena niat saya belum mulia...oh atau sudah, tapi temen2 yang berkesempatan ikut mungkin memiliki niatan yang lebih baik dan lebih mulia dibanding saya...

jadi, sebaiknya dari sekarang, ketika kita berharap, kita sertakan niat mulia dibalik semua niatan duniaawi...!!!! SEMANGAT !!!!!!

Kilas balik 17

1 bulan 8 hari lagi saya akan bebas dari usia 17 tahun...

Selama 17 tahun saya hidup di dunia, jujur saja, saya merasa masih belum maksimal dalam melakukan banyak hal. belajar, organisasi, talenta, atau bahkan bermain dan berteman pun saya nggak maksimal. Ooo jelas sekali kalau banyak penyesalan yang tiba-tiba lewat ketika saya kembali menilik ke tahun-tahun belakang...

Tapi, kalau bisa saya nggak mau menyesalinya. Saya lebih pengen mensyukurinya...

saya bersyukur dilahirkan di dunia ini, di keluarga kecil yang berjumlah 5 orang ini, dengan bapak yang bukan 'orang besar', yang bahkan lulus kuliah aja nggak, tapi dengan begitu nggak ada yang pernah menekan saya untuk menjadi seseorang yang sempurna, nggak ada yang memaksa saya untuk masuk sekolah unggulan ini atau jurusan itu dan sebagainya. Dengan Ibu yang sedikit keras, dan senantiasa sebagai pembatas dalam kebebasan-yang terlalu bebas dalam rumah ini. Dengan Mbak Uccha yang selalu nemenin aku sejak aku kecil, yang rela dibuntutin kemana-mana walaupun saya lebih sering ngerengek daripada ngebantu. Dengan Mas Ibal yang walaupun selalu ngejahilin saya, tapi saya tahu, Mas Ibal sayang banget sama saya... (jyaaahhhh ge errrrrr....).

Saya bersyukur saya masuk ke lingkungan keluarga besar TKIT-SDIT Nurul Fikri Depok, yang di sana saya mendapatkan fondasi keimanan yang kokoh, yang ke depannya membuat saya senantiasa berusaha untuk istiqomah dengan jilbab saya. Saya apresiasi banget dan saya sangat sayang dengan guru-guru TK dan SD saya yang selalu menyertakan nilai-nilai keislaman di setiap pelajaran, yang dengannya saya mengenal Islam di masa kecil saya dengan pandangan positif.

Saya bersyukur mengambil jalan lain saat masuk MTs, saya bersyukur memilih Assalaam sebagai tempat saya melanjutkan sekolah saya. Assalaam adalah tempat di mana saya belajar survive dan untuk bertoleransi dengan yang lainnya, belajar bertanya di pelajaran, belajar berbicara di depan orang banyak, belajar berekspresi, belajar menghafal dan mencintai Al-Qur'an...

Kalau saya nggak masuk Assalaam, mungkin saya nggak pernah tau nikmatnya menghafal Al-Qur'an...

Saya bersyukur saya akhirnya masuk MAN Insan Cendekia Serpong untuk sekolah menengah tingkat atas. Di sini saya belajar menekan ego saya, belajar gagal dan belajar untuk bangkit dari kegagalan, belajar bahwa roda kehidupan selalu berputar-saya nggak selamanya ada di atas, saya belajar untuk ikhlas, belajar untuk bersyukur dengan lebih baik, belajar untuk menerima kenyatan-karena ternyata seirngkali 'dunia' kita awalnya penuh dengan imajinasi tentang diri kita yang berbeda dengan kenyataan, belajar untuk senyum, belajar untuk menjada hati saya, belajar berorganisasi dan memimpin, belajar memahami banyak orang...

saya belajar banyak dari apa yang sudah saya lewati selama tujuh belas tahun ini...

dan saya berharap, saya nggak cuma belajar tapi saya juga dapat menerapkannya dalam kehidupan saya ke depannya amiinnnn... 

Jumat, 20 April 2012

Alhamdulillah....

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa blogging lagi setelah lamaaaa banget nggak blogging gara2 menjelang UJIAN NASIONAL... fuuuhh...

dan kini semuanya sudah terlewati, saya jadi lega... alhamdulillah...